Sabtu, 17 Agustus 2013

Untuk apa sekolah? ?? agrh... itu sangat membosankan....

Assalamu'alaikum
Alhamdulillahirobbil'alamiin sehingga saya dapat membuat tulisan singkat ini..
Semoga dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca...

Ya seperti judulnya terkadang orang menganggap bahwa sekolah itu sangatlah membosankan.. kegiatannya cuma itu -itu aja gag ada kreasinya...

Inilah pemikiran saat ini..
Ketika mereka berkata demikian sebenarnya anak anak muda saat ini tidak berpikir bahwa mereka seharusnya bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.. betapa banyak anak yang seusianya mengamen dijalan, bekerja membantu ortunya,  bahkan ada yang jadi preman.... Masya Allah.

Kenapa mereka tidak mau bersyukur ....???
Dalam kasus ini InsyaAllah saya akan membahasnya:

1. Orang tua ( ayah, ibu yang kandung atau bukan)
Banyak ayah dan ibu karena kekurangan ilmu agamanya sehingga tidak bisa mengajarkan anaknya bagaimana cara bersyukur.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi. Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu merasakan terdapat yang terpotong hidungnya?.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang musyrik.” Lalu seorang laki-laki bertanya: “Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat engkau kalau anak itu mati sebelum itu?” Beliau menjawab: “Allah lebih tahu tentang apa yang pernah mereka kerjakan.”


Sebagimana yang telah disampaikan Rasulullah Sekian abad yang lalu bahwa orang tua penentu agama anak, meskipun ayah dan ibu dari anak tersebut adalah orang islam namun perilaku orangtuanya menshifati seperti orang nashrani atau yahudi maka anaknya akan mengikuti perilaku seperti itu..

Hendaknya kita harus membenahi orang tua agar mereka mau belajar ilmu agama, tentang masalah-masalah agama. Tentang perihal syukur saja mereka kurang tau apalagi masalah yang lainnya seperti sholat, puasa, zakat dan sebagainya..
 PAK BU.... BAGAIMANA NASIB MEREKA!!!!!!

2. Tidak Melihat Keadaan Orang lain
Seorang Anak yang biasa hidup dalam serba ada dan tidak pernah mencoba untuk membagi hartanya kepada yang lain, maka hal ini lah yang membuat hati anak menjadi keras/ tidak mau bersyukur.
sekali lagi ini kembali kepada tugas orang tua.

Seandainya sang Anak telah diajarkan bahwa "Nak, kita ini harus bersyukur kenapa ??? Coba perhatikan anak2 yang ada dipinggir jalan, mereka tidak bisa sekolah, sulit makan, sedangkan kamu bukanya sulit untuk makan tapi malah mencela makanan, tidak mau makan, dan males sekolah... bayangkan Nak????

Setiap Hari kita ulangi berbagai nasihat tentang syukur ini... maka kita akan menciptakan generasi yang luar biasa..

Ya.. Mungkin Hanya Ini saja yang bisa saya tulis terimakasih atas kehadirannya
Wassalamu'alaikum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Bermanfaat bagi kita semua